Langsung ke konten utama

Postingan

Nyinyir.

Postingan terbaru

Bosan

Kau bosan disepelekan.

Kau bosan ditinggalkan lantas kembali ditemui ketika mereka punya kepentingan.

Menjadi seorang yang selalu siap sedia membuatmu diperlakukan seenaknya.

Tidak mampu tidak peduli, sebab kau menganggap mereka semua berarti.

Terbiasa diam dan menjadi penenang, dikekang rasa kasihan yang tak mampu kau hilangkan.

Lapang dadamu suatu hari akan berbuah sesuatu, jangan berubah, jangan menyerah.

Jangan dulu tergerus lelah.

Kau juga berharga.




—9996


끝, Thank You Very kamsa ❤

Anxiety (2)

Beberapa hari yang lalu sempat denger sekelebat pertanyaan, "Apa sih anxiety? Itu mah kamunya aja yang sok2 mikirin segala hal."
Nggak, jadi gini. I'll try to explain to you in my point of view since I got the anxiety problem as well.
Pertama, nggak ada yang namanya sok mikirin segala hal. Justru seringkali berusaha untuk menyingirkan segala kekhawatiran yang tiba2 nemplok di atas kepala.
Nggak nyaman, coba bayangkan; Kamu mengawali hari dengan baik-baik saja. Berangkat sekolah, ketemu temen, ngobrol dan belajar seperti biasa. Terus, tiba-tiba,
"Gimana ya kalau orang yang disebelahku ini ternyata nggak suka sama aku?" Tiba-tiba aja kamu jadi merasa sangat kecil terhadap dirimu sendiri.
Kamu ngerasa orang-orang menolak kamu, menjauhi kamu, padahal nyatanya semua biasa saja.
Misal, kamu lagi ngomong dan they don't listen to you properly. Padahal ya, nggak papa, they'd still listen to you meskipun mereka sambil ngerjain yang lain. Biasanya, kamu …

Jika Bukan Kamu

Katakanlah, hari-hari yang lalu adalah sebuah kenangan. Lalu akan seperti apa hariku setelahnya?

Ketika setiap jalanan di sudut kota ini mengingatkan aku padamu. Ketika setiap nada lagu membuatku mengenang sosokmu.
Harus dengan apa aku bersikap? Ketika isi dua kepala kita tak pernah bisa disatukan, saat aku berkata A dan kamu yang tetap teguh berkata B. Aku tidak tahu, kenapa jalan kita lebih rumit dari benang kusut. Meski sebenarnya benang merahnya ialah jarak dan keberadaan kamu dan aku di sisi masing-masing kita.
Aku bahkan lupa menghitung berapa banyak kebahagiaan yang kamu tawarkan, berapa banyak tawa yang berhasil kamu buat, dan berapa sering lengkungan senyum hadir karena tingkah konyolmu.
Terima kasih, sudah banyak mengisi hariku yang dulu kelabu.
Kamu bilang, tetaplah di sisimu sesulit apapun keadaan kita. Bagaimana bisa aku tetap begitu, sedang kamu tak pernah sepaham dengan isi kepalaku.
“Jangan hubungi aku.” kalimat itu bagai pecahan beling yang menusuk. Teleponku kamu tol…

Kita ini tidak tahu diri.

Kadang kita terlalu sibuk menilai orang lain, tapi gak pernah sadar kalau sebenernya sama aja, kita juga gak sempurna, dan orang lain juga bisa ngejudge. Sama seperti kita.

Kadang kita semua seakan terlupa dengan fakta bahwa ngelakuin sesuatu itu gak semudah ngeluarin kata-kata.

Kadang kita merasa segalanya dan menganggap pencapaian orang lain tak ada apa-apanya, tak pernah mau menghargai.

Kadang kita dengan tidak tahu dirinya, mencari sesuatu yang lain untuk disalahkan, mengarang jutaan skenario, atau menuduh orang yang tak bersalah atas ketidakmampuan dan kesalahan diri sendiri.

-aprfifteen

끝, Thank You Very kamsa ❤

Menjadi Asing

Mari kita belajar untuk menjadi asing.

Menahan lambaian tangan yang terbiasa menyapa setiap pagi. Membungkam tawa yang begitu mudah terlontar hanya karena lirikan mata. Memandangi barisan obrolan yang tiba-tiba berhenti, tanpa berusaha mencari topik baru yang membuat kita lupa waktu. Menyibukkan diri dalam studi agar tidak lagi ada lamunan yang menghanyutkan imaji.

Mari kita belajar untuk menjadi asing.

Mencari kenyamanan dalam sosok lain yang bukan kita, sosok lain yang sama pedulinya ketika kita terjatuh. Menghindari tatap yang terlampau lama agar tidak lagi ada kode penuh makna. Memakai payung ketika hujan turun agar tidak muncul memori tentang kita yang bersorak menikmati hujan. Menulis tentang ribuan hal lain yang bukan tentang kita.

Namun untuk yang terakhir masih belum bisa kupelajari.

—West


끝, Thank You Very kamsa ❤

Motivasi

Seorang gadis tidak tidur malam ini. Matanya menelusuri tiap resep memutihkan kulit secara alami hingga melihat-lihat promosi obat yang belum tentu teruji. Tadi siang dia dijadikan bahan guyonan, dikatai terlalu hitam oleh teman-teman. Dia ikut tertawa padahal malu luar biasa. Tidak bisa marah, tidak boleh marah. Memang kenyataan, memang rasanya hanya dia yang memiliki kekurangan.

Seorang pemuda terjaga sempurna malam ini. Tadi saat makan malam, bapaknya menyindir jika dia tidak berguna. Tidak sepintar kakaknya, tidak sesukses bapak saat seusianya. Dia menolak tidur, memilih bekerja tengah malam meskipun seharian sudah kelelahan. Tidak bisa marah, tidak boleh marah. Suruh siapa belum jadi apa-apa.

Seorang ibu muda bunuh diri siang tadi. Bendera kuning terpasang serta gossip tentang dirinya lalu lalang. Semua membahas tentang betapa tidak bersyukurnya dirinya atau tentang membusuk di neraka bagian mana. Yang hidup lebih suka membicarakan keburukan, menilai dari satu sudut pandang. Dia …